Jumat, 17 April 2015

Teknologi Informasi, Bermanfaat untuk kelangsungan Bimbingan Konseling ????

            Wah .. tidak asing kan dengan istilah teknologi informasi (TI)? Pastinya tau dong.. Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan atau menyebarkan informasi.  Dalam instansi apapun di belahan dunia, pastinya menggunakan sebuah teknologi. Khususnya di bidang bimbingan dan konseling, apa sih manfaatnya?
Dilihat dari pandangan konselor, dapat menaikkan skill konselor, memudahkan dalam mengakses sebuah informasi dari belahan manapun, banyak program-program BK yang dapat menaikkan antusias siswa kepada BK. Sebagai konselor dapat berkomunikasi dan memberikan motivasi atau dorongan kepada siswa lewat jejaring sosial,selain itu, konselor lebih mudah memasukkan data dibandingkan dengan manual. Dari sudut pandang  konseli, mereka dapat mudah menemukan konselornya dalam waktu kapanpun tanpa perlu mencari-cari keberadaan pasti seorang konselornya. Dibalik fungsi-fungsi tersebut, juga terdapat sebuah kekurangan didalamnya, yaitu memerlukan biaya, misalnya HP membutuhkan pulsa, android membutuhkan layanan internet (kuota internet), siswa menjadi tidak terkontrol dan berlebihan dalam penggunaan .

Berbagai pemanfaatan teknologi informasi diantaranya :
1   Counseling Potential With Facebook, yang ditulis oleh Eko Susanto, M.Pd., Kons. (Dosen Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Metro – Lampung)
NBCC (National Board for Certified Counselor) (2010) membuat panduan terkait penggunaan teknologi dalam proses konseling, disebutkan counseling can be delivered in a face to face mode as well as in a distance mode using the telephone or the internet. Dengan adanya facebook membuat mudah konselor dan konseli bertemu, meskipun butuh biaya yang lumayan juga. Konseling menggunakan facebook termasuk pengaplikasian dari cybercounseling. Akhmat Sudrajat (2009) mendefinisikan konseling facebook sebagai bantuan psikologis kepada siswa (konseli) secara online melalui facebook agar siswa dapat memahami, menerima, mengarahkan, mengaktualisasi-kan dan mengembangkan dirinya secara optimal. Walaupun demikian, kehadiran program konseling facebook tidak dimaksudkan untuk mengganti konseling konvensional, tetapi dapat digunakan sesuai fungsinya sebagai suplemen, komplemen, atau subtitusi, yang menunjang tugas-tugas pelayanan konseling konvensional agar pelayanan bimbingan dan konseling dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Etika dalam pelaksanaan konseling adalah kesukarelaan, kerahasiaan, keputusan ditangan konseli, dan nilai/norma yang berlaku. Menurut penulis, 3 aspek manfaat konseling dengan facebook yaitu :
(1)   Suplemen; konseling facebook sebagai digunakan pelengkap dari keseluruhan proses konseling konvensional, dengan demikian konseling facebook akan cenderung dilakukan dalam waktu yang mungkin terbatas dan konten yang terbatas pula.
(2) Komplemen; konseling facebook digunakan sebagai pilihan, dimana konseli dipersilahkan memilih media yang digunakan untuk berkomunikasi dengan konselor setelah proses konseling konvensional, dan facebook menjadi salah satu alternatif pilihannya.
(3) Subtitusi; konseling facebook digunakan sebagai pengganti dari konseling konvensional, misalnya karena perbedaan tempat yang jauh antara konselor dengan konseli sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan konseling secara langsung, misalnya antar propinsi, antar pulau bahkan antar negara.
2.    Pengembangan Aplikasi Instrumen Asesmen Bimbingan dan Konseling dengan Spreadsheet (Ms.Exel) ditulis oleh Agus Triyanto (UNY)
Aplikasi ini memiliki fitur kalkulasi dan pembuatan grafik yang, dengan menggunakan strategi marketing Microsoft yang agresif, menjadikan Microsoft Excel sebagai salah satu program komputer yang populer digunakan di dalam komputer mikro hingga saat ini. Bahkan, saat ini program ini merupakan program spreadsheet paling banyak digunakan oleh banyak pihak, baik di platform PC berbasis Windows maupun platform Macintosh berbasis Mac OS, semenjak versi 5.0 diterbitkan pada tahun 1993. Aplikasi ini merupakan bagian dari Microsoft Office System, dan versi terakhir adalah versi Microsoft Office Excel 2007 yang diintegrasikan di dalam paket Microsoft Office System 2007.
Pengembangan Aplikasi Instrumen Bimbingan dan Konseling dengan Microsoft Excel Instrumen Tes – Pengembangan Skala Multiple Inteligence berbasis Komputer untuk penelusuran bakat dan minat dsan Instrumen Non Tes – Who Am I

Jadi, penggunaan microsoft excel tidak hanya untuk tata kearsipan, data organisasi, informasi klien; dan penelitian namun juga dapat digunakan untuk membuat program aplikasi asesmen bimbingan dan konseling baik tes maupun non tes.




2 komentar: