Kamis, 27 Februari 2014

Sedikit tentang BEKAM

Rasulullah SAW itulah Nabi kita yang serba bisa akan segala hal, apalagi kalau masalah kesehatan.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam sebuah hadist:
“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan menurunkan obat dan menciptakan obat untuk setiap penyakit. Maka berobatlah dan jangan berobat dengan barang haram!”

Istilah bekam berasal dari bahasa melayu yang berarti “Pelepasan Darah” sebenarnya istilah bekam ini sama dengan istilah canthuk, candhuk, atau kop.
Berbekam termasuk pengobatan yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wasallam, bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan bekam dan memberikan upah kepada tukang bekam.
Bekam disebut juga hijamah.Bekam adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit.
Perkataan Al Hijamah berasal dari istilah bahasa arab : Hijama (حجامة) yang berarti pelepasan darah kotor.

Sebuah hadist mengatakan:
“Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian lakukan untuk mengobati penyakit adalah dengan melakukan bekam”
Bekam merupakan pengobatan terbaik pada zaman rosulullah.Hal tersebut terbukti dengan adanya wasiat Malaikat untuk berbekam.

Wasiat Malaikat Untuk Berbekam
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidaklah aku melewati seorang Malaikat –ketika di Mi’rajkan ke langit- kecuali mereka mengatakan ‘Wahai Muhammad, lakukanlah olehmu berbekam”
Sengguhnya bekam sudah dikenal bangsa-bangsa purba sejak kemjaan Sumeria berdiri, sekitar 4.000 tahun sebelum masehi, lalu bekam berkembang di Babilonia, Mesir, Saba’ dan
Persia. Sumeria adalah daerah yang masuk wilayah Irak, yaitu negeri yang dialiri sungai Eufrat dan sungai Tiigrs. Pada saat itu, para tabib menggunakan bekam unfuk pengobatan para raja. Tabib-tabib termasyhur hanya menurunkan ilmu pengobatannya kepada murid-murid terpilih. Sedangkan di Cina, bekam berkembang sekitar 2.500 tahun sebelum masehi, sebelum berkuasanya Kaisar Yao. Dan di Cina inilah bekam berkembang dengan berdasarkan titik-titik akupunktur.
Di Mesir, bekam sudah ada sejak zarnan kekuasaan Fir’aun, sekitar 2.500 tahun sebelum masehi. Pada masa kekuasaan Fir’aun Ramses II, kira-kira 1.200 tahun sebelum masehi, secara tidak
sengaja pada masa itu banyak orang-orang yang dilempari batu, lalu terjadi lebam. Setelah dikeluarkan darahnya, temyata banyak yang sembuh penyakitnya.

Waktu Yang Paling Baik Untuk Berbekam
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang ingin berbekam, hendaklah ia berbekam pada tanggal 17,19,21 (bulan Hijriyyah), maka akan menyembuhkan setiap penyakit”
Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata : “Sesungguhnya hari yang paling baik bagimu untuk berbekam adalah hari ke 17, hari ke 19, dan hari ke 21 (bulan Hijriyyah)”
Menurut Ibnu Sina, waktu berbekam terbaik adalah jam 1 – 2 siang, karena pada waktu tersebut pembuluh darah sedang mengembang. Ibnul Qoyyim berkata, ”semua hadits ini sesuai dengan kesepakatan para tabib, bahwa berbekam pada paruh kedua suatu bulan sampai pekan ketiga dari setiap bulan, lebih bermanfaat dari pada berbekam pada awal atau akhir bulan.” Namun bila karena suatu kebutuhan pengobatan dengan cara ini digunakan, kapan saja dilakukan maka tetap bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar